Penantian panjang Rizman Adhi Nugraha sejak tahun 2013 untuk merasakan sensasi luar biasa berada di luar angkasa akan segera terwujud. Jika tidak ada halangan, "astronot" pertama asal Indonesia ini akan terbang ke batas gravitasi Bumi akhir tahun 2015 ini.
Rizman terpilih setelah mengalahkan 107 pria dan wanita dari 60 negara. Sebelumnya, ada tiga orang dari Indonesia yang mengikuti pelatihan, tetapi hanya Rizman yang berhasil melewati tahap tersebut.
Ketiga calon astronot itu adalah Muhammad Sidharta Krisna, Rizman Adhi Nugraha, dan Abraham Gamaliel Figrana. Mereka akan berangkat ke Orlando, Florida, Amerika Serikat. Rizman dinobatkan sebagai sala satu dari 24 pemenang kompetisi AXE Apollo Space Academy di Florida, Amerika Serikat. Sebagai pemenang ia berhak untuk diberangkatkan ke antariksa pada tahun ini, dengan XCOR Aerospace Lynx, sebuah pesawat luar angkasa komersial.
"Yang dapat dibayangin perjalanan ke luar angkasa itu. Yang pasti, perjalanannya singkat, tetapi tak mudah. Jadi, sekarang masihnunggu pemberangkatan ke luar angkasanya," kata Rizman seperti diberitakan Pos Belitung, Minggu (28/6/2015).
Rizman akan terbang setinggi 103 kilometer dari Bumi dengan pesawat luar angkasa berteknologi mutakhir berkapasitas dua orang, yaitu XCOR Lynx Mark II. Pesawat yang membawa mereka akan terbang ke luar angkasa dan melayang selama enam menit sebelum kembali mendarat di Bumi dalam perjalanan selama 45-60 menit.
Programmer sebuah perusahaan swasta di Jakarta dijadwalkan berangkat antara Desember 2015 hingga Januari 2016.
Sebelumnya diberitakan, ia telah menjalani pelatihan ketat di Kennedy Space Center, Florida. Rizman bahkan mendapat pelatihan langsung dari Buzz Aldrin, astronot Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), orang kedua yang mendarat di permukaan Bulan.
Pada kompetisi tingkat nasional beberapa tes yang harus ditempuhnya antara
lain adalah tes fisik, psikologi, bahasa Inggris, dan beberapa kegiatan yang
menguji keberanian. Tes dan pelatihan selama tiga hari untuk para kandidat
tersebut berhasil dilaluinya dengan baik dan ia pun terpilih sebagai salah satu
dari tiga finalis bersama Abraham Vigrana, mahasiswa asal Bandung dan Muhammad
Sidharta Krisna, seorang dokter asal Jogjakarta. Mereka kemudian dikirim untuk
mengikuti kompetisi tingkat internasional yang dilaksanakan di Orlando,
Florida, Amerika.
“Situasi kompetitif sangat terasa.
Peserta dari negara lain badannya lebih besar, tapi saya positif
thinking,karena saya yakin kemampuan saya tidak kalah dengan peserta dari
negara lain," kenang Rizman ketika pertama kali bertemu dengan para
finalis dari berbagai negara.
Di Florida, para finalis diberikan pelatihan astronot yang menantang fisik
dan mental. Selain tes fisik yang berat, mereka juga ditantang menjadi co-pilot untuk
menerbangkan pesawat tempur SIAI Marchetti SF260. Pesawat tersebut terbang
melebihi kecepatan suara sambil melakukan gerakan akrobat di udara.
Setelah itu para calon astronot ini juga harus merasakan sensasi gravitasi nol
ketika diangkut dalam pesawat Boeing 727 yang melakukan gerakan parabola dan
akhirnya mengikuti simulasi gaya gravitasi ekstrim dalam G Force
Training.
Kepada VOA, Rizman mengatakan belum pernah melakukan pelatihan fisik
seberat ini. Dalam hal olahraga, ia mengaku hanya terbiasa bermain futsal
seminggu sekali. Tapi ternyata dirinya mampu dan sukses menjalani semua tes,
bahkan sangat menikmati beberapa kegiatan yang menantang nyali.
“Ketika mengikuti program Air Combat Mission, saya menjadi co-pilot
pesawat tempur yang melakukan gerakan akrobatik di udara. Anehnya saya sama
sekali tidak merasa takut, malah tertawa-tawa. Saya merasa senang seperti naik jet
coaster. Di atas pesawat saya malah foto-foto,” cerita Rizman yang sempat
membuat seorang juri heran ketika melihat ekspresinya yang sangat ceria setelah
turun dari pesawat.
Sambil menunggu
keberangkatannya ke luar angkasa pada tahun 2015, Rizman yang bercita-cita
menjadi pengusaha ini bertekad untuk meningkatkan ketahanan fisiknya dengan
lebih rajin berolahraga. Saat ini ia belum tahu misi spesial apa yang akan
dibawanya ke luar angkasa, tetapi dirinya bertekad untuk mendokumentasikan
semua kegiatannya nanti untuk bisa dibagikan kepada masyarakat Indonesia.
“Saya ingin mengharumkan nama bangsa Indonesia dan membanggakan orangtua, serta
tanah kelahiran saya, Belitung”. ujar Rizman menutup wawancaranya.
Sumber :