Streptococcus Pneumoniae
(pneumococcus)
Bakteri Streptococcus
Pneumoniae (pneumococcus) adalah salah satu bakteri penyebab meningitis
terbanyak yang menyerang bayi dan anak-anak. Jenis bakteri ini juga dapat
menyebabkan infeksi paru (pneumonia), telinga dan bagian rongga hidung
(sinusitis).
Neisseria Meningitidis
(meningococcus)
Menurut sumber yang
didapat bakteri jenis ini disebutkan sebagai bakteri penyebab terbanyak kedua
setelah bakteri Streptococcus pneumoniae yang menjadi sumber bakteri penyebab
meningitis. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri ini terjadi akibat adanya
infeksi yang menyerang saluran pernafasan dibagian atas yang selanjutya bakteri
masuk ke dalam peredaran darah dan berjalan menuju otak, sehingga menjadi
penyebab timbulnya meningitis. Infeksi akibat serangan bakteri ini amat
beresiko karena dapat menyebabkan kematian hanya dalam jangka waktu 24 hingga
48 jam.
Haemophilus Influenzae
(haemophilus)
Bakteri Haemophilus
influenzae type b adalah jenis bakteri yang menyebabkan infeksi pernafasan
bagian atas dan telinga bagian dalam serta sinusitis. Infeksi yang ditimbulkan
dari bakteri jenis ini bisa diatasi dengan pemberian vaksin (Hib vaccine).
Listeria Monocytogenes
(listeria)
Bakteri penyebab
meningitis ini umumnya dapat dijumpai dibanyak tempat, bahkan pada makanan yang
telah tercampur dengan bakteri ini. Bakteri listeria ini berasal dari hewan
yang dipelihara dan makanan yang memiliki potensi terkontaminasi bakteri dengan
jenis listeria adalah keju, hot dog dan daging sandwich.
Staphylococcus Aureus
dan Mycobacterium Tuberculosis
Bakteri penyebab
meningitis lainnya adalah bakteri Staphylococcus Aureus dan Mycobacterium
Tuberculosis, yang merupakan salah satu penyebab TBC
Tanda dan gejala yang muncul pada orang yang menderita Meningitis adalah...
Tanda dan gejala
penyakit meningitis yang umum dikalangan pasien usia remaja dan dewasa adalah
leher kaku dan terasa sakit, terutama ketika anda mencoba untuk menempatkan
dagu pada bagian dada. Sedangkan gejala lainnya yang mungkin ditimbulkan adalah
demam, kejang, muntah, kepala yang terasa nyeri, hingga hilangnya kesadaran.

Sementara itu,
anak-anak, orang dewasa dengan orang yang memiliki riwayat medis yang
bermasalah mungkin memiliki gejala penyakit meningitis yang berbeda. Pada
bayi gejala yang perlihatkan mungkin akan sedikit sulit dikenali, karena umunya
mereka belum bisa menunjukan detail ekspresi, hanya saja mungkin bayi menjadi
rewel dan tak mau makan, timbulnya ruam yang ketika disentuh akan membuat
mereka menangis. Sementara itu, gejala pada anak mirip seperti flu, yakni dapat
berupa batuk atau kesulitan saat bernafas. Sedangkan gejala yang akan timbul
pada orang dewasa atau orang yang lebih tua dengan orang yang memiliki riwayat
medis yang bermasalah mungkin hanya berupa sakit kepala yang disertai dengan
demam.
Untuk mencegah penyakit tersebut, ada tips-tips yang harus dilakukan antara lain :
- Menjaga dan
Meningkatkan Kebersihan. Tranmisi penyakit meningitis ini dapat dicegah
dengan meningkatkan tingkat kebersihan antara orang-orang dengan resiko infeksi
dan diantara mereka yang mungkin menyebarkan penyakit. Hal yang paling penting
adalah menjaga kebersihan tangan, karena tangan adalah media yang paling
beresiko untuk menularkan virus dan bakteri. Untuk itu biasakan mencuci tangan
dengan menggunakan sabun antikuman dan bilas dengan air yang mengalir.
- Hindari
Berbagi Peralatan. Berbagi peralatan seperti menggunakan piring, gelas,
sedotan, handuk dan peralatan lain yang sama dengan si penderita akan memudahkan
penyebaran bakteri meningitis, untuk itu hidari berbagi peralatan dengan
penderita untuk mencegah timbulnya penyakit meningitis.
- Tutuplah
Hidung dan mulut saat bersin.
- Konsumsi
antibiotik saat sedang bersama-sama dengan orang yang terjangkit virus. Hal ini
merupakan pencegahan terhadap bagaiamana mudahnya virus meningitis menyebar.
Meningitis atau radang selaput otak adalah penyakit menular. Kuman yang menyebabkan penyakit meningitis ini dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melaui batuk dan kontak pada jarak yang dekat. Untuk itu penting sekali untuk segera pergi kedokter jika gejala-gejala meningitis dirasakan oleh anda dan orang-orang terdekat anda. Karena hanya dokter yang dapat menentukan apakah penyebab meningitis yang anda derita. Karena setiap penyebab meningitis mendapatkan penanganan dan therapy yang berbeda. Penyakit meningitis yang disebabkan oleh bakteri dapat mematikan jika tidak segera diobati. Itulah dia pengetahuan lengkap mengenai penyakit meningitis atau radang selaput otak, semoga bermanfaat.
Sekian.