Rabu, 01 April 2015

MENINGITIS (Radang Selaput Otak)

Beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan berita mengenai meniggalnya komedian sekaligus presenter "Olga Syahputra". Yap, Olga. Siapa yang tak mengenal dirinya karena tingkah lucu dan omongannya yang asal ceplas-ceplos selalu hadir di acara televisi. Penyebab meninggalnya Olga dikarenakan dirinya menderita penyakit radang selaput otak (Meningitis) sejak awal 2014. Dan pada akhirnya Olga menghembuskan nafas terakhirnya pada 27 Maret 2015 di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Data meningitis di Indonesia belum ada yang tepat karena sulit mengidentifikasi penyakit ini karena dianggap penyakit atau infeksi lain.

Sekarang kita akan membahas mengenai penyakit "Meningitis" dari apakah penyakit tersebut sampai pada pencegahan dari penyakit tersebut.

Miningitis adalah...
Meningitis adalah gejala peradangan yang mengenai lapisan selaput pelindung jaringan otak dan sumsum tulang belakang yang juga menimbulkan eksudasi berupa pus atau serosa yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, kanker, jamur, luka fisik, obat-obatan tertentu yang dikonsumsi oleh pasien dan parasit yang menyebar kedalam darah dan melebur kecairan otak. Penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit serius yang harus segera mendapatkan penanganan, mengingat letak penyakit ini berada dekat dengan otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan kerusakan gerak, pikiran dan bahkan berujung pada kematian.

Penyebab Miningitis adalah...
Pada dasarnya penyakit meningitis ini disebabkan oleh paparan virus tidak berbahaya dan akan pulih tanpa perawatan dan pengobatan yang spesifik. Hanya saja, meningitis yang disebabkan oleh bakteri dapat menyebabkan kondisi yang serius, seperti misalkan kerusakan yang terjadi pada otak, hilanganya kemampuan belajar, berkurangnya kemampuan mendengar dan bahkan dapat menyebabkan resiko kematian. Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh jamur, biasanya amat jarang terjadi, jenis ini umumnya diderita oleh pasien yang menderita kerusakan daya tahan tubuh (sistem immun) seperti halnya penderita AIDS.

Jenis-jenis Miningitis itu ada 2, yaitu...
  1. Meningitis Viral. Penyakit meningitis viral ini biasanya tidak menyababkan penyakit serius. Dalam kondisi yang parah, penyakit meningitis jenis ini dapat menyebabkan panas demam berkepanjang disertai dengan kejang-kenjang.
  2. Meningitis Bakteri. Penyakit meningitis bakteri ini tidak bisa dianggap sepele, karena meningitis yang disebabkan oleh bakteri begitu serius dan harus mendapatkan perawatan serta pengobatan yang serius untuk mencegah kerusakan otak dan keluhan tubuh yang berkelanjutan yang akhirnya beresiko pada kematian.
Bakteri yang menyebabkan penyakit Meningitis antara lain...

Streptococcus Pneumoniae (pneumococcus)
Bakteri Streptococcus Pneumoniae (pneumococcus) adalah salah satu bakteri penyebab meningitis terbanyak yang menyerang bayi dan anak-anak. Jenis bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi paru (pneumonia), telinga dan bagian rongga hidung (sinusitis).

Neisseria Meningitidis (meningococcus)
Menurut sumber yang didapat bakteri jenis ini disebutkan sebagai bakteri penyebab terbanyak kedua setelah bakteri Streptococcus pneumoniae yang menjadi sumber bakteri penyebab meningitis. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri ini terjadi akibat adanya infeksi yang menyerang saluran pernafasan dibagian atas yang selanjutya bakteri masuk ke dalam peredaran darah dan berjalan menuju otak, sehingga menjadi penyebab timbulnya meningitis. Infeksi akibat serangan bakteri ini amat beresiko karena dapat menyebabkan kematian hanya dalam jangka waktu 24 hingga 48 jam.

Haemophilus Influenzae (haemophilus)
Bakteri Haemophilus influenzae type b adalah jenis bakteri yang menyebabkan infeksi pernafasan bagian atas dan telinga bagian dalam serta sinusitis. Infeksi yang ditimbulkan dari bakteri jenis ini bisa diatasi dengan pemberian vaksin (Hib vaccine).

Listeria Monocytogenes (listeria)
Bakteri penyebab meningitis ini umumnya dapat dijumpai dibanyak tempat, bahkan pada makanan yang telah tercampur dengan bakteri ini. Bakteri listeria ini berasal dari hewan yang dipelihara dan makanan yang memiliki potensi terkontaminasi bakteri dengan jenis listeria adalah keju, hot dog dan daging sandwich.

Staphylococcus Aureus dan Mycobacterium Tuberculosis
Bakteri penyebab meningitis lainnya adalah bakteri Staphylococcus Aureus dan Mycobacterium Tuberculosis, yang merupakan salah satu penyebab TBC

Tanda dan gejala yang muncul pada orang yang menderita Meningitis adalah...
Tanda dan gejala penyakit meningitis yang umum dikalangan pasien usia remaja dan dewasa adalah leher kaku dan terasa sakit, terutama ketika anda mencoba untuk menempatkan dagu pada bagian dada. Sedangkan gejala lainnya yang mungkin ditimbulkan adalah demam, kejang, muntah, kepala yang terasa nyeri, hingga hilangnya kesadaran.

Sementara itu, anak-anak, orang dewasa dengan orang yang memiliki riwayat medis yang bermasalah mungkin memiliki gejala penyakit meningitis yang berbeda. Pada bayi gejala yang perlihatkan mungkin akan sedikit sulit dikenali, karena umunya mereka belum bisa menunjukan detail ekspresi, hanya saja mungkin bayi menjadi rewel dan tak mau makan, timbulnya ruam yang ketika disentuh akan membuat mereka menangis. Sementara itu, gejala pada anak mirip seperti flu, yakni dapat berupa batuk atau kesulitan saat bernafas. Sedangkan gejala yang akan timbul pada orang dewasa atau orang yang lebih tua dengan orang yang memiliki riwayat medis yang bermasalah mungkin hanya berupa sakit kepala yang disertai dengan demam.

Untuk mencegah penyakit tersebut, ada tips-tips yang harus dilakukan antara lain :
  • Menjaga dan Meningkatkan Kebersihan. Tranmisi penyakit meningitis ini dapat dicegah dengan meningkatkan tingkat kebersihan antara orang-orang dengan resiko infeksi dan diantara mereka yang mungkin menyebarkan penyakit. Hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan tangan, karena tangan adalah media yang paling beresiko untuk menularkan virus dan bakteri. Untuk itu biasakan mencuci tangan dengan menggunakan sabun antikuman dan bilas dengan air yang mengalir.
  • Hindari Berbagi Peralatan. Berbagi peralatan seperti menggunakan piring, gelas, sedotan, handuk dan peralatan lain yang sama dengan si penderita akan memudahkan penyebaran bakteri meningitis, untuk itu hidari berbagi peralatan dengan penderita untuk mencegah timbulnya penyakit meningitis.
  • Tutuplah Hidung dan mulut saat bersin.
  • Konsumsi antibiotik saat sedang bersama-sama dengan orang yang terjangkit virus. Hal ini merupakan pencegahan terhadap bagaiamana mudahnya virus meningitis menyebar.

Meningitis atau radang selaput otak adalah penyakit menular. Kuman yang menyebabkan penyakit meningitis ini dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melaui batuk dan kontak pada jarak yang dekat. Untuk itu penting sekali untuk segera pergi kedokter jika gejala-gejala meningitis dirasakan oleh anda dan orang-orang terdekat anda. Karena hanya dokter yang dapat menentukan apakah penyebab meningitis yang anda derita. Karena setiap penyebab meningitis mendapatkan penanganan dan therapy yang berbeda. Penyakit meningitis yang disebabkan oleh bakteri dapat mematikan jika tidak segera diobati. Itulah dia pengetahuan lengkap mengenai penyakit meningitis atau radang selaput otak, semoga bermanfaat.
Sekian.

Sumber : DISINI

0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Posting Komentar

Followers